Berlian-Berlian Rosululloh SAW

Berlian yang pertama, adalah Rasulullah yang agung ini hidup Zuhud luar biasa. Ia ikhlas tidur diatas tikar kasar hingga garis tikar tadi membekas di punggungnya. Bahkan tak jarang ia mengikatkan batu ke perut untukmenahan rasa laparnya. Ketika Tuhan menawarkan kekayaan dunia, Nabi berakhlak paling mulia ini lebih memilih hidup Zuhud dan sederhana.

Rasulullah bersabda:

“Tuhanku menawarkan kepadaku bukit-bukit di Mekkah untuk dijadikan
sebagai emas. Lalu saya menjawab : ”Hamba tidak mengharapkan itu semua
wahai Tuhanku. Akan tetapi, saya lebih senang sehari lapar dan sehari
kenyang. Tatkala kenyang, saya memuliakan dan bersyukur kepada-Mu.
Sementara tatkala saya lapar,saya merendah dan berdoa kepada-Mu
.” (HR. Ahmad)

BERLIAN KEDUA

Perhatian dan keperdulian Beliau kepada para sahabatnya seperti
matahari menyinari bumi. Jika ia tak melhat sahabatnya selama tiga
hari, ia akan menanyakan keadaannya. Jika sang sahabat tidak ada di
rumah, beliau mendo’akannya. Sementara bila sang sahabat berada di
rumah, beliau mengunjunginya.

 

BERLIAN KETIGA

Kemulian akhlaknya bak rembulan di kegelapan malam. Beliau sangat
menghormati dan menyayangi tetangga.Tidak ada yang meminta kepadanya,
kecuali beliau mengabulkannya. Beliau tidak berbincang dengan
seseorang, kecuali disertai harapan kebaikan baginya. Beliau juga
sangat menghormati wanita dan menyayangi anak-anak. Jika berpapasan
dengan sekumpulan kaum wanita beliau akan mengucapkan salam terlebih
dahulu pada mereka. Ia juga mengucapkan salam pada anak-anak belia.

BERLIAN KEEMPAT

Rasulullah Yang mulia dan kesayangan Tuhan ini seorang yang rendah hati
serta tak pernah diam berpangku tangan. Beliau menambal sandalnya,
menjahit sendiri pakaiannnya, memerah susu kambing peliharaannya dan
mengerjakan sendiri semua keperluannya.

BERLIAN KELIMA

Beliau adalah suami paling manis dan romantis perlakuan pada istri-istrinya.Ini seperti digambarkan Aisyah dengan indah : “Para tentara berkumpul dan menari di mesjid pada hari raya. Lalu Nabi
memanggilku. Saya menyandarkan kepala saya di pundak beliau. Dengan
begitu saya bisa melihat permainan mereka sampai saya puas melihatnya.”
(HR. MUSLIM)

 

 

BERLIAN KEENAM

Nabi Pilihan dan teladan manusia sepanjang jaman ini sangat menghormati
pelayannya. Ia memperlakukan mereka dengan akhlaknya yang bak kilauan
berlian di tengah samudera kehidupan. Anas menuturkan :
”Selama sepuluh tahun saya menjadi pelayan Rasulullah SAW, tidak pernah
sama sekali beliau mencela saya,memukul, atau membentak saya. Beliau
tidak pernah bermuka masam pada saya. Beliau juga tidak pernah mencaci
maki saya karena keterlambatan saya
dalam melaksanakan suruhannya.”
(HR. AHMAD)

 

BERLIAN KETUJUH

Akhlak beliau merupakan perwujudan Al Qur,an, kepribadiannya merupakan
samudera berlian sepanjang jaman. Abu Abdillah Al-jadali bertanya
kepada Aisyah : “Bagaimana
akhlak Rasulullah SAW menurut istri-istrinya?” Aisyah menjawab :
“Beliau adalah manusia yang paling baik budi pekertinya, Tidak pernah
berbuat keji, kotor atau licik ketika di pasar. Beliaupun tidak pernah
membalas keburukan atau aniaya orang lain dengan hal yang serupa,
karena beliau seorang pemaaf dan toleran.”
(HR. Bukhari)

 

 

BERLIAN KEDELAPAN

Beliau menjauhkan diri dari tiga hal: debat kusir, banyak bicara, dan
segala sesuatu yang tidak bermanfaat. Selain itu, beliau juga
mengiginkan manusia menjauhi tiga hal yaitu: tidak mencela orang lain,
tidak mengungkap aibnya serta tidak mencari-cari kesalahannya.

 

BERLIAN KESEMBILAN

Kecintaannya pada orang-orang papa seperti air bening mengalir
sepanjang kesejukan pegunungan. Ia berjalan akrab dengan para janda
serta para kaum fakir miskin. Adakalanya dengan penuh cinta beliau
menjahitkan sandal buat orang-orang papa serta menjahitkan pakaian
untuk para janda.


BERLIAN KESEPULUH

Rasulullah SAW adalah orang banyak berzikir dan menghindari diri dari
perkataan yang sia-sia. Banyak diam, mengawali dan mengakhiri perkataan
dengan bahasa yang fasih sekali. Berbicara dengan bahasa yang singkat
dan jelas tapi mempunyai makna yang sangat luas. Berbicara dengan
perlahan dan tidak berlebihan.

 

BERLIAN KESEBELAS

Rasulullah adalah orang yang paling bersyukur kepada Allah. Walau
beliau sudah mendapat jaminan Sorga dan mendapat ampunan segala
dosanya. Beliau tetap taat melaksanakan ibadah hingga telapak kakinya
pecah-pecah. Ketika Aisyah, Istri terkasih bertanya, mengapa tetap
beribadah, padahal dosa-dosa beliau sudah diampuni Illahi Rabbi. Dengan
indahnya Rasulullah menjawab : “Wahai Aisyah tercinta, bukankah seharusnya saya menjadi hamba yang selalu penuh syukur kepada Allah Yang Maha Kuasa.”