PSIKOLOGI KEMATIAN

KISAH NYATA

”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang.
”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.

 

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi.

Ini tulisan saya di harian pagi Riau Pos, Ahad 1 Oktober 2006. semoga  bermanfaat Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ ”Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia” Laporan Idris Ahmad – Pekanbaru

Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak orang. Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomena ini. Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama.
Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.

Berikut catatan Riau Pos yang turut serta mendengarkan kesaksian Aslina dalam temu Alumni ESQ (emotional, spiritual, quotient) Ahad (24/9) i Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin ikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat
membuka situs www.lifeafterlife. com dan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.

Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya icabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.
Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan  pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang kepada dirinya.

Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi.
Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya.
Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas
gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia. Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi.

”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘ jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. alamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD),
saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak.Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang
perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkan kalimat
thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.
”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin ang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang.
”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi.

”Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ”siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.
” Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar.Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah slina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.

Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam
itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya erkudis, badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok tulah adalah amal buruk dari orang tersebut.

Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput.

Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang
malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. alu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya.
Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara
17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun.
Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan
salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu
ayah saya saya menangis. alu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada adirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah
kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk.
Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang
beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi
yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang
perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu.
”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akulah (amal) kamu.”

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan
menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa.
Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton,
tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan.
Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya
lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah
shalat bahkan tak bisa mengucapkan dunia kalimat syahadat ketika di dunia.

Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya.
Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling
bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan,
setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran
darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya
pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh.

Tampak pula orang berkepala babi dan berbadan babi. Orang tersebut adalah orang
yang suka berguru pada babi. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh.
Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya
ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di
malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak
tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu
Akbar.Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata
tasbih yang memiliki biji 99 butir.
Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan
cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan
emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak
tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik.
Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)
baik,red).

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun
mengatakan kepada amalnya. ”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina.

”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,”
ungkap Aslina.

Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan
pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang.
Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun
bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad
berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu.
Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya
Allah.”Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau
beramal.”

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati
suri. Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan
alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah.

Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah
mendapat lisensi dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ)
menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah
diteliti ilmuan Barat.
Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada Ahad
(24/9) malam itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang
jelas, lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama.

”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita
semua,” ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang
mati suri.
Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana
ia melihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang
mati suri itu berkata: ”Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya.”

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin
dikembalikan ke dunia dan ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu’muninun (23) ayat 99-100:

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), Hingga apabila datang kematian
kepada seseorang dari mereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).”(99) .
Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (100).

Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat
Az-Zumar ayat 39: ”Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan.
Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan
kesaksiaannya saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati
perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni yang
bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto bersama Aslina.

Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan

Aslina.***

——————————————————————————–

Berbicara mengenai kematian saya teringat topik yang menarik di METRO TV  di
setiap minggu sore jam 4 .

Dalam acara ” great lecture”yang dibawakan oleh Prof .Dr.Komarudin Hidayat.

Topik yang dibawakan pada saat itu adalah PSIKOLOGI KEMATIAN.

Yang menarik dalam topik itu adalah survey yang diadakan oleh Prof Dr Komarudin
Hidayat tentang 2 hal yang menyangkut kematian .

1.       MENGAPA ORANG TAKUT MATI

2.       PENGALAMAN TENTANG ” NEAR DEATH EXPERIENCE”  atau ‘ PENGALAMAN
MENDEKATI KEMATIAN” .yang dialami oleh orang

Yang mati suri.

A. MENGAPA ORANG TAKUT MATI

Dari hasil survey ternyata jawaban tentang mengapa orang takut mati beraneka
macam , mulai dari takut merasa kesakitan saat mengahadapi

Kematian , kemudian ada juga yang menjawab belum siap mati karena dosanya
terlalu banyak dan takut masuk neraka.

Akan tetapi jawaban yang paling banyak dari responden survey adalah pada
dasarnya orang takut mati karena terlalu cinta akan kehidupan dunia.

Terlalu cinta akan dunia mengakibatkan orang tersebut sangat takut kehilangan
apa apa yang sudah dia miliki sekarang ini, baik itu mobil , rumah yang bagus

Istri,anak ,deposito di bank, jabatan di kantor dll.

Dr Komarudin selanjutnya menjelaskan mengapa kita harus takut mati karena
kematian adalah pintu / gerbang pertama menuju gerbang gerbang berikutnya.

Apalagi jika kita memiliki amal baik yang amat banyak sebagai bekal dalam
perjalanan yang sangat sangat jauh . karena segala amal baik akan menjelma

Manjadi makhluk yang akan menolong dan menemani kita di alam barzakh . amal
amal tersebut berubah menjadi makhluk karena hukum hukum fisika,

Kimia,biologi di alam barzakh sudah berbeda denagn hukum hukum fisika,kimia dan
biologi yang ada di dunia.

Sebagi contoh , ALQURAN  di dunia berbentuk sebuah buku./tulisan , akan tetapi
karena hukum fisika,kimia,biologi di alam barzakh sudah berbeda dengan

Di bumi ,maka ALQURAN akan menjelma menjadi makhluk yang akan menemani kita ,
jikia kita selalu membaca ALQURAN setiap hari ,memahamimya dan

Mengamalkannya semampu kita sebaik baiknya. Selanjutnya Dr Komarudin mengambil
sebuah kisah sbb:

Di dalam  buku ” MEMASUKI ALAM BARZAKH”  , ketika mayat sudah dikuburkan
kemudian datang malaikat mungkar dan nakir untuk memulai pertayaan,

Di saat itulah ALQURAN datang sebagai makhluk yang menjadi pembela/pengacara
kita di alam barzakh atas pertayaaan pertayaan yang diajukan malaikat

Mungkar dan nakir. ALQURAN langsung berkata kepada ahli kubur ” jangan lah
engkau takut , aku ini adalah ALQURAN yang selalu engkau baca. Karena

engkau selalu setia menjadikan aku teman dikala susah dan senang sewaktu dunia
, maka kini aku menjadi kekasih mu yang akan menemani kamu hingga

hari berbangkit dan kelak aku juga akan memberikan syafaat di hari qiamat untuk
memasukan kamu ke surga .

B. SURVEY PENGALAMAN MATI SURI /NEAR DEATH EXPERINCE

 Pada survey yang diajukan pada orang orang yang pernah mengalami mati suri ,
ternaya didapat 2 hal pengalaman yang berbeda pada orang yang pernah

Mati suri.

1.       PENGALAMAN YANG MENYENANGKAN BAGI ORANG YANG BANYAK AMAL BAIKNYA

Sewaktu mati suri, orang tersebut mendapatkan,melihat dan meyaksikan suatu
pemandangan yang sangat indah yang belum pernah terlihat

Terdengar  di dunia ini. Ketika ia menyadari bahwa ia ternyata dikembalikan ke
dunia lagi, ia sangat menyesal mengapa ia harus kembali

Kedunia. DR Komarudin menjelaskan bahwa pengalaman seperti ini dialami oleh
orang yang banyak amal baiknya.

Bahkan ada satu responden yang disurvey menceritakan keindahan alam setelah
kematian sbb:

Ada seorang ibu yang menglamai sakit yang sangat parah dan dia mengalamai koma
di RS Husni THamrin di Jakarta, ibu ini adalah seorang yang

Sholeh . Sewaktu mengalami mati suri , ibu tersebut merasa dirinya berada
diatas sebuah bukit yang sangat tinggi. Disana tidak ada manusia dan hewan.

Yang ada hanyalah tumbuh tumbuhan saja. Betapa terkagum kagunya  si ibu
tersebut melihat keindahan yang belum ia lihat dan dirasakan di dunia.

Padahal si ibu tersebut sebelumnya sudah pernah berpergian ke Swiss yang
terkenal kan keindahannya. Kemudia ia juga mendengar suara yang

Sangat merdu yang ia juga belum pernah mendengar suara seindah suara tersebut.
Suaraitu terjadi hanya karena gesekan antara angin dan dahan dahan

Yang ada di sana. Daun daun yang ada di pohon bergermerlap cahaya emas dan
permata berkilau kilauan mata yang memandangnya

Kemudian si ibu bertanya pada dirinya sendiri ” DIMANA KAH AKU INI ?”  walaupun
tidak ada orang disana tapi kemudian ada

Jawaban ” INILAH SURGA YANG TELAH DIJANJIKAN KEPADAMU “.

2.       PENGALAMAN YANG MENAKUTKAN BAGI ORANG YANG BANYAK DOSANYA

Sedangkan bagi orang yang  yang banyak dosanya ia mengalami pemandangan yang
sangat menyeramkan . dia melihat orang orang dibelenggu

Dengan rantai rantai yang sangat panjang ,diikat pada tiang yang tinggi
kemudian ditempatkan ditengah tengah kobaran api yang membara.

Ditempat yang sangat sempit itu dia menyaksikan orang sedang disiksa dengan
dituangkan air panas yang mendidih ke atas mukanya hingga

Hangus . kemudian makanan dan minuman yang dihidangkan hanyalah air yang sangat
panas serta darah nanah .

Dan orang tersebut sangatlah bergembira sekali ketika ia ternyata dikembalikan
lagi kedunia dari mati surinya tersebut dari pemandangan

Yang sangat menyeramkan. Itu.

Dan orang tersebut segera melakukan perubahan perubahan secra drastis akan cara
hidup dan perilakunya di dunia setelah ia kemabli kedunia

Dari mati suri tersebut.

Mudah mudahan sedikit topik Dari PROF.DR Komarudin Hidayat memberikan semangat
bagi kita semua untuk berlomba lomba dalam mengerjakan

Amalan sholeh sebagi bekal untuk perjalan yang sangat jau.

AMIN

            INFORMASI PENERBANGAN GRATIS

            Bila kita akan ‘berangkat” dari alam ini ia ibarat penerbangan ke
sebuah negara.
            Di mana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur
penerbangan, tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist.

            Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore
Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.

            Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang
tak lebih dan tak kurang.

            Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya,
akan tetapi kain kafan putih.

            Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang
suci.

            Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American,
tetapi Al-Islam.

            Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi
‘Laailaahaillallah’

            Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan
lain-lain.

            Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi
sekedar kain yang diwangikan.

            Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow
Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.

            Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani,
tetapi ruang 2×1 meter, gelap gulita.

            Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya
memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.

            Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.

            Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzakh.

            Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di
bawahnya atau Neraka Jahannam.

            Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu
bimbang. Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan
masalah alergi atau halal haram makanan.

            Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat
waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.

            Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, karena anda
telah hilang selera bersuka ria.

            Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ini telah siap di booking
sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.

            YA ..! BERITA BAIK…!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di
sebelah anda. Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini. Oleh karena
itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!

            Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’ . Cuma
perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. Saat
penerbangan anda berangkat tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu ‘Alallah, atau
ungkapan selamat jalan. Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun?. Anda
berangkat pulang ke Rahmatullah. ….

            ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?

            ‘Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena
dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk
menghadapinya. ‘

            Semoga bermanfaat.. .Persiapkan diri, siapa tahu Ramadhan ini
adalah Ramadhan yang terakhir bagi kita… Semoga Ramadhan ini lebih baik dari
Ramadhan kemarin…Amiin.  
              

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *