Yang berkuasa melapangkan dan menyempitkan itu adalah Allah. Walau ia seorang mukmin maka ketika Allah akan menyempitkan, maka jadi sempit. Jika ia seorang munafiqin dan kafirin tetapi Allah berkehendak melapangkannya, maka jadi lapang
Allah mengeluarkan hamba-Nya dari kelapangan agar ia tak terlena dengan kelapangan itu. Pun Allah mengeluarkannya dari kesempitan agar ia tidak terus-menerus dalam kesempitan. Dan Allah mengeluarkannya dari keduanya agar ia tidak bergantung kepada selain Allah
Jangan berburuk sangka kepada Allah, Saudaraku. Semua itu dilakukan Allah kepada kita agar kita tidak hanyut dengan keadaan. Tidak terlalu berduka dengan apa yang luput dari kita, dan tidak larut dalam kegembiraan ketika kelapangan itu datang.
Dan bagi hamba-Nya yang istimewa, kelapangan dan kesempitan hanyalah sebuah jalan mendekatkan diri kepada-Nya. Tak dihiraukan sempit dan susah selama hal tersebut membuatnya tetap dekat dengan-Mu. Sebagaimana petikan doa nabi Muhammad SAW :” Jika Engkau tidak murka kepadaku, maka semua itu tak kuhiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepadaku.”
Maka apalah artinya kesuksesan dan kelapangan jika membuat Ia enggan memberikan ridhonya? Ya Rabb, jangan tinggalkan kami..


