|
Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW |
|
|
|
|
Ditulis oleh sedekah.net
|
|
Rabu, 23 Desember 2009 17:25 |
|
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”
Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Dan Allah pun Merasa Kagum |
|
|
|
|
Ditulis oleh Abdul hakim
|
|
Rabu, 16 Desember 2009 20:46 |
|
"Aku beristighfar mohon ampun kepada Allah selama tiga puluh tahun karena mengatakan Alhamdulillâh," ujar al-Imam al-Syibli rahimahullâhu Ta'ala pada suatu hari kepada muridnya." Bukankah ucapan Alhamdulillâh adalah pujian dan syukur terhadap Allah, mengapa mesti beristighfar karenanya?" Tanya muridnya heran." Karena aku mengucapkannya dengan perasaan yang salah." Jawab al-Syibli. Maka al-Syibli pun mulai bercerita," Tiga puluh tahun lalu aku adalah seorang pedagang kain di pasar kota Baghdad ini. Suatu hari terjadi kebakaran hebat di kota Baghdad. Merasa cemas dengan keselamatan daganganku, aku bergegas menuju pasar. Api pun telah membakar di mana-mana. Seluruh toko di pasar itu hangus terbakar, kecuali tokoku sendiri. Melihat tokoku tidak terbakar api, spontan aku mengatakan Alhamdulillâh... Alhamdulillâh! Tetapi sesaat kemudian aku menyesali ucapanku, karena Alhamdulillâh yang aku katakan adalah ungkapan kegembiraan melihat tokoku selamat tetapi tidak peduli dengan toko lain yang hangus dimakan api. Setiap mengenang kejadian itu aku beristighfar mohon ampun kepada Allah."
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Baca selengkapnya...
|
|
Ditulis oleh Sedekah.net
|
|
Selasa, 10 November 2009 17:30 |
|
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s. a. w. “Mengapa aku melihat kau berubah muka?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahawa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman daripadanya.” Lalu nabi s. a. w. bersabda: “Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam.” |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Beli Tiket Pesawat dengan Shalat Tahajud |
|
|
|
|
Ditulis oleh Sedekah.net
|
|
Jumat, 27 November 2009 08:15 |
|
Wajahnya tampak berseri, hatinya diliputi kebahagiaan. Apa yang selama ini ia harapkan kini telah tercapai. Tak terhingga rasa syukurnya pada Allah ta`ala, yang telah mengabulkan doa-doa yang ia panjatkan di keheningan malam, di saat manusia terlelap tidur. Ia bertambah yakin pada janji-janji Allah. Ia semakin mantap dalam keimanannya. Amal solehnya bertambah giat dan doa-doanya semakin panjang dan khusyuk. Sudah sekian tahun ia hidup di negeri para Nabi ini, dalam pengembaraannya mencari ilmu. Berbagai manis-asam garam kehidupan telah ia rasakan. Pahit dan getirnya telah ia lalui. Namun ia selalu tampak tabah dan gagah. Tak tergores kegundahan di wajahnya dan tak berbekas kegelisahan di sinar matanya. Saya acap kali bertemu dengannya dalam beberapa kesempatan. Setiap kali berjumpa, wajahnya seakan tak pernah jemu tersenyum pada semua orang. Semangat hidupnya seolah tak pernah padam. Saya salut dengan Ust. Abu Anshar-nama samaran- yang telah dikarunia dua orang anak laki-laki ini. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Baca selengkapnya...
|
|
BENCANA YANG MEMBANGUNKAN KITA !! |
|
|
|
|
Ditulis oleh Peduli bencana@sedekah.net
|
|
Senin, 12 Oktober 2009 14:13 |
|
BUMI kita memang sudah tua. Ia diciptakan Allah SWT jutaan tahun yang lalu. Bumi terdiri atas 71% permukaan air dan hanya 29% berbentuk daratan. Dan sifat bumi fana dan selalu bergerak. Oleh karena itu, senantiasa terjadi bencana alam berupa gelombang pasang dan banjir di belahan dunia mana pun. Dahulu, sekarang, dan di masa datang, gelombang pasang dan banjir tetap akan selalu terjadi. Di antara kita mungkin telah membaca kisah di dalam Alquran tentang banjir Nabi Nuh As. Akibat perbuatan kaum Nuh yang keras kepala, Allah menurunkan bencana berupa hujan, badai, dan banjir bandang yang menenggelamkan seluruh kaum Nuh yang ingkar beserta harta bendanya.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
|
Halaman 1 dari 4 |