• Cerdasnya  orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Mari kita kumpulkan bekal terbaik untuk hidup yang sebenar-benarnya
  • “Andai saja engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Mutafaq ‘Alaih)
  • Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT
  • Malaikat maut memperhatikan wajah setiap manusia di muka bumi ini 70x sehari.Ketika Izrail dtg melihat wajah seseorang, didapati orang itu sedang gelaktawa. Maka berkata Malaikat Maut Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bercanda bergelaktawa. Al-Hadist
Populer:

Bank Account

BRI

No.Rek. 0012.01.110166.50.7

a.n. Sedekah Community


BANK MUAMALAT

No.Rek. 919 7000 999

a.n. Sedekah Community


BCA

No.Rek. 872 005 8601

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


BRI SYARIAH

No. Rek. 133.000.788.2988

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


DONASI MELALUI PAYPAL

Donasi melalui Paypal


Untuk Zakat kami sarankan Bapak/Ibu menyalurkannya langsung dikotanya masing-masing,

Untuk data Administasi kami,Setelah Transfer Donasi/Sedekah Anda, Mohon Konfirmasi ke SMSCentre Sedekah.Net 08777.888.5540, Terima kasih

Program Rutin

-

-

Sedekah Community

MENGHINDARI SUUL KHATIMAH DENGAN TERUS MENGINGAT MAUT

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Saturday, 08 April 2017 00:00

Kematian adalah sesuatu hal yang kepastiannya dijamin oleh Allah, namun tidak ada satupun dari kita yang mengetahui kapan, dimana dan bagaimana maut akan datang kepada kita. Disebutkan dalam Al Quran surat Lukman ayat 34 “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan Hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam Rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.”


Last Updated on Saturday, 08 April 2017 17:40
Read more...
 

Tubuh Sebagai Perekam Perbuatan Kita

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Friday, 05 December 2014 00:00

Salah satu hal yang sangat berperan dalam upaya kita meningkatkan takwa pada Allah SWT adalah mengingat mati dan kehidupan di akhirat. Bahwa semua makhluk tanpa kecuali akan meninggalkan dunia yang sementara ini. Entah nanti, atau besok, seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan, kita semua pasti akan mati.  كل نفس ذائقة الموت  (Setiap makhluk hidup pasti akan mati). 

 

Dan kita, sebagai umat Islam memang diperintahkan untuk sering-sering ingat mati agar hidup kita menjadi baik. Nabi bersabda: أكثروا ذكر هاذم اللذات (Perbanyaklah mengingat pemutus keenakan duniawi).

 

Kedua, bahwa semua perbuatan yang kita lakukan di dunia terekam oleh tubuh kita. Kita harus tahu bahwa agama kita tidak mengajarkan apa yang sering diungkapkan orang “surgo nunut neroko katut (ke surga numpang, ke neraka ikut). Karena yang benar adalah, orang masuk surga karena amal baiknya, dan yang masuk neraka karena kesalahannya sendiri. Sehingga ada sebuah ilustrasi (penggambaran) di dalam al-Quran surat al-Anam ayat 94. Seolah-olah ketika nanti di hari Kiamat dan kita berbondong-bondong menuju pengadilan Allah, terpampang sebuah sepanduk besar yang artinya:

Last Updated on Friday, 05 December 2014 18:55
Read more...
 

Mengikis Cinta Dunia

PDF Print E-mail
Written by DR. Syamsul Yakin, MA.    Monday, 04 April 2016 00:00

Kita kerap kali lupa bahwa hidup ini begitu sementara. Selalu saja kita congkak, merasa benar sendiri, dan tak jarang menguasai milik saudara sendiri secara zalim. Ukuran kebenaran dan keberhasilan hanya sebatas yang membuat kita senang. Jadilah kita orang yang hanya mengejar dan mengumpulkan dunia dan isinya. Pada sangka kita harta itu kekal dan membahagiakan, kekuasaan itu membuat kita dimuliakan, dan kebesaran itu membuat kita tersanjung. Padahal kita membutuhkan sedikit saja dari yang disediakan dunia. Benar kiranya yang dikatakan Socrates, “alangkah banyaknya yang tidak saya butuhkan di dunia ini”.

Entah, seperti apa masa depan manusia bila ukuran kebahagiaan dan kebenaran adalah dunia. Dan anehnya, mengapa puasa belum juga membuahkan kesadaran keruhanian? Bukankah puasa itu ibadah personal yang bermakna spiritual; sebuah hubungan kepada Allah yang dibangun secara khusus untuk menggapai kebenaran dan kebahagiaan hakiki. Tetapi kenapa kita sering kali membohongi Allah dengan pura-pura mencinta-Nya padahal selama ini kita hanya mencintai dunia dan diri kita sendiri? Tidakkah kita sadar bahwa tujuan tertinggi puasa, seperti yang dikehendaki Allah, itu ada tiga: agar kita jadi bertakwa, supaya kita selalu bersyukur, dan mudah-mudahan kita selalu mendapat petunjuk?

Agar puasa kita mampu mengikis dunia dari hati kita dan menjadikan kita pribadi yang merasa cukup dengan dunia, penting kiranya kita perhatikan sebuah hadits yang diriwayatkan  oleh Abu Hurairah. Rasulullah Saw bersabda: “Wahai Abu Hurairah, maukah engkau aku tunjukkan tentang dunia ini?” Abu Hurairah menjawab: “Mau, wahai Rasulullah”. Sejurus, Rasulullah memegang tanganku dan pergi mengajakku. Tepat, beliau berhenti di suatu tempat yang penuh dengan kotoran. Bukan hanya itu, tengkorak manusia dan tulang-belulang berserakan di situ. Bahkan ada juga kain-kain yang berlumur kotoran.

Last Updated on Wednesday, 06 April 2016 16:44
Read more...
 

Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan

PDF Print E-mail
Written by Mutiara Hidayatullah    Monday, 15 July 2013 00:00
Selain memerintah shaum, dalam menyambut menjelang bulan Ramadhan, Rasulullah selalu memberikan beberapa nasehat dan pesan-pesan. Inilah ‘azimat’ Nabi tatkala memasuki Ramadhan.

 

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

 

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Last Updated on Tuesday, 14 June 2016 08:56
Read more...
 

Hadiah dari Sang Dunia

PDF Print E-mail
Written by yusuf mansur    Friday, 05 December 2014 00:00

yusuf mansur

Dunia bertanya ketika kita akan meninggalkan dia, apa yang kamu mau ambil dariku? Dan dia langsung menjawab sendiri, tak ada yang bisa kau ambil, tak ada yang bisa kau bawa, kecuali dua hal; tanah untuk kuburanmu dan kain kafan!

Dunia dikejar, harta dikejar,akhirnya tidak ada selesainya. Kebutuhan, apalagi keinginan, bila terus dituruti tidak akan ada habisnya. Terpenuhi yang ini, muncul yang lain. Terkejar keinginan yang satu, kepingin lagi mengejar yang lain. Begitu seterusnya, hingga kita sendiri tidak bisa menikmati apa yang kita dulu berusaha mati-matian mengejarnya. Berenang tanpa tepian.

Di suatu tempat, tersebutlah Pak Dahlan yang sedang terbaring lemah. Dunia yang dia kumpulkan susah payah, hanya bisa memberikan tempat tidur seukuran dia saja. Tidak bisa dia gapai ketika dia sakit. Tidak ada yang bisa ia nikmati ketika ia tidak sehat seperti sekarang ini. Dia memiliki kulkas empat pintu, tapi satu pun tidak ada yang terbuka untuknya.

Last Updated on Friday, 05 December 2014 18:53
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 2 of 11