• Kaum Muslimin sedunia adalah saudara seiman. Allah berfirman:â? Sesungguhnya orang-orang yang beriman tak lain adalah saudaraâ?.(QS. Al-Hujurat:10), Rasulullah menegaskan dengan sabdanya: â??Setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnyaâ? (HR. Bukhari Muslim)
  • Membebaskan saudara dari sasaran kedzaliman adalah wajib,Sedangkan membiarkannya berarti terancam laknat Allah Nabi bersabda: â??Tolonglah saudaramu dalam kondisi dzalim maupun didzalimiâ? (HR. Bukhari no:2263)
  • Mengenyahkan kemungkaran adalah wajib. â??Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan/kekuasaannya , jika tidak mampu maka dengan lisannya dan bila tidak bisa maka dengan hatinya dan yang demikian adalah selemah2nya imanâ? (HR. Muslim)
  • Tidaklah beriman kepadaku orang yg tidur malam dalam kondisi kenyang sementara tetangganya kelaparan dan ia mengetahuinya (HR. Thabrani & Hakim). Bagaimana dengan urusan nyawa? Masih adakah sisa keimanan bila seorang Muslim sengaja tidak berjibaku untuk membantu?
  • Cerdasnya  orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Mari kita kumpulkan bekal terbaik untuk hidup yang sebenar-benarnya
Populer:

Bank Account

BRI

No.Rek. 0012.01.110166.50.7

a.n. Sedekah Community


BANK MUAMALAT

No.Rek. 919 7000 999

a.n. Sedekah Community


BCA

No.Rek. 872 005 8601

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


BRI SYARIAH

No. Rek. 133.000.788.2988

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


DONASI MELALUI PAYPAL

Donasi melalui Paypal


Untuk Zakat kami sarankan Bapak/Ibu menyalurkannya langsung dikotanya masing-masing,

Untuk data Administasi kami,Setelah Transfer Donasi/Sedekah Anda, Mohon Konfirmasi ke SMSCentre Sedekah.Net 08777.888.5540, Terima kasih

Program Rutin

-

-

Sedekah Community

Belajar Ikhlas

PDF Print E-mail
Written by faqih muhammad    Tuesday, 23 July 2013 07:45

Ikhlas itu roh kehidupan dan sumber kebahagiaan. Ikhlas hanya bisa keluar dari pribadi yang bekerja dengan semangat memberi dan melayani, bukan dari pribadi yang mengejar upah dan tepuk tangan. Orang yang bekerja ssemata karena mengejar upah, maka durasi kesenangannya hanya sesaat, yaitu ketika menerima uang. Begitu uang dibelanjakan dan habis dibagi, maka kesenangannya pun menghilang.

Ada nasihat klasik, ikhlas itu ibarat burung yang bernyanyi. Dia bisa menyanyi karena bisa dan hobinya menyanyi, tidak mengaharapkan pujuian dan tepuk tangan dari pendengarnya. Ada lagi yang mengibaratkan melayani  dan menolong orang dengan ikhlas itu bagaikan orang membuang hajat. Dia merasa lega dan bahagia setelah mengeluarkannya dan tak ingin mengingat-ingat kembali.
 
Demikianlah, bekerja keras tanpa disertai dengan tindakan cerdas dan ikhlas ujungnya hanya kekecewaan. Di dalam memberi dan melayani, seseorang merasa bangga pada dirinya karena hidupnya merasa bermakna bagi orang lain. Dengan memberi seseorang merasa kaya. Oleh karena itu agama banyak mengajarkan memberi bukannya meminta dan menerima.
Last Updated on Tuesday, 23 July 2013 07:58
Read more...
 

Naungan ALLAH Pada Hari Kiamat

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Friday, 17 May 2013 16:55

Bismillahirrahmanirrahiim..

Assallamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..Yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala, Islam mengajarkan kita pada umatnya bahwa tidak dikenal pemisahan antara amal dunia dan amal akhirat. Sebab amal dunia dengan sendirinya akan menjadi ibadah kalau dibarengi niat yang tulus dan ikhlas mengharap keridhaan Allah Subahanu wa Ta’ala. Bagaimanupun kita tidak akan dapat terlepas dari ketergantungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Meskipun kita disibukkan dengan hal-hal  materi dan keduniawian  namun kita tetap istiqamah dan senantiasa selalu bersikap,  melakukan ketaatan beribadah hanya ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala’,dengan menggunakan semua kenikmatan yang telah diberikan, melakukan amalan-amalan  hanya semata-mata-mata untuk mencapai dan meraih keridhaan-Nya.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

 

“ AKU (ALLAH)’ Tidak Menciptakan Jin dan Manusia, Melainkan supaya mereka (Beribadah) ‘Menyembah-KU’. (QS. Adz Dzariyat : 56).

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba-hamba-Nya, yang  senantiasa selalu berusaha memanfaatkan  kehidupannya dengan  kebaikan, tentunya mengisinya dengan amal shaleh.  Setiap muslim   tentunya mengharapkan bahwa dalam perjalanan hidupnya akan meraih keselamatan  baik didunia terlebih keselamatan di negeri akhirat kelak.

 

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda :

Last Updated on Friday, 17 May 2013 17:20
Read more...
 

Keagungan Shalat

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Sunday, 08 September 2013 20:22

Bismillahirrahmanirrahim

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya” (QS. Al Mu`minun : 1-2)

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya` (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An Nisa : 142)

Dua ayat di atas merupakan perbandingan antara shalatnya seorang mukmin dengan shalatnya orang munafik. Pernahkah kita berbisik pada hati kita, shalat yang kita lakukan termasuk yang mana? Apakah termasuk orang yang beruntung? Ataukah termasuk orang yang merugi?

Shalat adalah suatu amalan yang sangat agung di sisi Allah. Sampai-sampai Allah memanggil langsung Rasulullah untuk menerima perintah shalat, yaitu pada saat peristiwa isra dan mi’raj. Anas bin Malik berkata, “Telah diwajibkan 50 kali shalat kepada Nabi pada saat di-isra-kan, kemudian diringkas menjadi 5 kali. Kemudian beliau dipanggil, ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya ketetapan di sisi Ku tidak berubah, sesungguhnya 5 kali yang engkau terima sama dengan 50 kali’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Read more...
 

Orang Cerdas adalah Orang Yang Selalu Ingat Mati

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Sunday, 10 February 2013 18:50

Setiap orang meyakini bahwa setiap jiwa yang bernafas pasti akan mengalami kematian. Namun, kesibukan sehari-hari seringkali membuat orang terlena dan lupa bahwa besok atau lusa akan dipanggil oleh Alloh SWT. Sampai tiba suatu saat, malaikat datang menjemput, dan pupuslah semua kelezatan dunia beralih menuju kehidupan yang abadi di sisi-Nya.

Orang beriman seharusnya tidak takut menghadapi mati, karena mati adalah sebuah keniscayaan. Yang harus ditakuti adalah apakah amal kita sudah cukup untuk menghantarkan pada kebahagiaan di akhirat?. Abu Bakar R.A saat ditanya oleh seorang sahabat, berapa kali anda ingat kematian dalam sehari? Abu bakar menjawab, “Saya mengingat mati manakala mata saya terjaga”. Itulah,  sikap seorang teladan dalam mengingat kematian yang dengannya dapat menghantarkan pada puncak iman yang luar biasa.

Hidup di dunia hanyalah sementara, nikmat dunia yang diberikan Alloh masih sedikit. Dari 100 rahmat-Nya hanya 1 rahmat yang diberikan ke dunia untuk dinikmati seluruh penghuni. Sehingga orang yang cerdas, adalah mereka yang mengarahkan hawa nafsu dan beramal untuk mempersiapkan kematian. Sementara orang yang bodoh, adalah mereka yang diperbudak hawa nafsu, berangan-angan mendapatkan pahala, serta mati-matian mengejar dunia siang dan malam dengan melupakan kehidupan akhirat.

Read more...
 

Asal Allah Ridho

PDF Print E-mail
Written by KH. Abdullah Gymnastiar    Tuesday, 18 June 2013 00:00

Yang berkuasa melapangkan dan menyempitkan itu adalah Allah. Walau ia seorang mukmin maka ketika Allah akan menyempitkan, maka jadi sempit. Jika ia seorang munafiqin dan kafirin tetapi Allah berkehendak melapangkannya, maka jadi lapang

Allah mengeluarkan hamba-Nya dari kelapangan agar ia tak terlena dengan kelapangan itu. Pun Allah mengeluarkannya dari kesempitan agar ia tidak terus-menerus dalam kesempitan. Dan Allah mengeluarkannya dari keduanya agar ia tidak bergantung kepada selain Allah

Jangan berburuk sangka kepada Allah, Saudaraku. Semua itu dilakukan Allah kepada kita agar kita tidak hanyut dengan keadaan. Tidak terlalu berduka dengan apa yang luput dari kita, dan tidak larut dalam kegembiraan ketika kelapangan itu datang.

Last Updated on Tuesday, 18 June 2013 07:29
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 5 of 11