• Kaum Muslimin sedunia adalah saudara seiman. Allah berfirman:â? Sesungguhnya orang-orang yang beriman tak lain adalah saudaraâ?.(QS. Al-Hujurat:10), Rasulullah menegaskan dengan sabdanya: â??Setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnyaâ? (HR. Bukhari Muslim)
  • Membebaskan saudara dari sasaran kedzaliman adalah wajib,Sedangkan membiarkannya berarti terancam laknat Allah Nabi bersabda: â??Tolonglah saudaramu dalam kondisi dzalim maupun didzalimiâ? (HR. Bukhari no:2263)
  • Mengenyahkan kemungkaran adalah wajib. â??Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan/kekuasaannya , jika tidak mampu maka dengan lisannya dan bila tidak bisa maka dengan hatinya dan yang demikian adalah selemah2nya imanâ? (HR. Muslim)
  • Tidaklah beriman kepadaku orang yg tidur malam dalam kondisi kenyang sementara tetangganya kelaparan dan ia mengetahuinya (HR. Thabrani & Hakim). Bagaimana dengan urusan nyawa? Masih adakah sisa keimanan bila seorang Muslim sengaja tidak berjibaku untuk membantu?
  • Cerdasnya  orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Mari kita kumpulkan bekal terbaik untuk hidup yang sebenar-benarnya
Populer:

Bank Account

BRI

No.Rek. 0012.01.110166.50.7

a.n. Sedekah Community


BANK MUAMALAT

No.Rek. 919 7000 999

a.n. Sedekah Community


BCA

No.Rek. 872 005 8601

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


BRI SYARIAH

No. Rek. 133.000.788.2988

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


DONASI MELALUI PAYPAL

Donasi melalui Paypal


Untuk Zakat kami sarankan Bapak/Ibu menyalurkannya langsung dikotanya masing-masing,

Untuk data Administasi kami,Setelah Transfer Donasi/Sedekah Anda, Mohon Konfirmasi ke SMSCentre Sedekah.Net 08777.888.5540, Terima kasih

Program Rutin

-

-

FeedLangganan Artikel Terbaru via Email

 

 

 

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan

 
 

 

Indonesia Bersatu Bela Masjid Al-Aqsa

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Saturday, 12 August 2017 09:08

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." - Preambule UUD 1945.

Saat ini, masyarakat dunia berada pada zaman di mana perdamaian ramai dielu-elukan. Ironinya, penjajahan masih berlangsung. Dari bumi Palestina, perlakuan yang tidak berlandaskan perikemanusiaan dan perikeadilan itu semakin menjadi. Jumat (14/7) lalu, Kompleks Tua Masjid Al-Aqsa ditutup, mengakibatkan muslim Palestina kehilangan hak untuk beribadah. Pelarangan ibadah salat di Al-Aqsa menjadi harga yang harus ditanggung hanya karena adanya penembakan dua polisi Israel oleh warga keturunan Arab yang berdomisili di Umm al-Fahm, Israel Utara.

Status quo terhadap Masjid Al-Aqsa terus diintervensi oleh Israel dengan pemasangan metal detector dan CCTV di berbagai sudut kompleks masjid. Dunia mengecam kesewenang-wenangan Israel, tak terkecuali Indonesia.

Karena Indonesia, sampai kapanpun, akan terus menentang segala bentuk penjajahan. Satu ketegasan yang telah ditunjukkan sejak bangsa ini merdeka.

Kecaman datang dari Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Kamis (20/7), ketika mengetahui aksi sterelisasi kawasan berbuntut pada penembakan Imam Masjid Al-Aqsa Syekh Ikrima Sabri. Di hari yang sama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mengutuk keras tindakan Israel tersebut. Melalui pernyataan resminya, MUI menuturkan kebijakan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa adalah bentuk pelanggaran terhadap Piagam PBB tentang kebebasan beribadah sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Penentangan terhadap kebijakan Israel serta dukungan kepada bangsa Palestina disuarakan pula oleh rakyat Indonesia. Hari ini, Jumat (21/7), Aksi Indonesia Membela Masjid Al-Aqsa digelar di lapangan terbuka Masjid Al Azhar, Jakarta, selepas ibadah salat Jumat. Digerakkan oleh Aksi Cepat Tanggap beserta Aliansi Indonesia Membela Masjid Al-Aqsha (AIMMA), aksi tersebut diikuti oleh ratusan warga ibu kota yang berempati pada kondisi di Palestina saat ini.

Aksi solidaritas ini juga turut dihadiri sederet tokoh dan ulama nasional seperti KH. Bachtiar Nasir, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafie, KH. Nasir Zein, Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Saiful Bahri, dan Presiden ACT Ahyudin. Gemuruh dukungan untuk pembebasan Palestina memenuhi lapangan Masjid Al Azhar, seiring ajakan untuk bela Masjid Al-Aqsa diorasikan oleh sejumlah tokoh nasional tersebut.

Dalam orasinya yang menggugah, Ahyudin menyampaikan apa yang terjadi di Palestina hari ini merupakan bentuk penjajahan yang terus digencarkan oleh Israel. Masjid Al-Aqsa menjadi jantung kehidupan di Palestina. Jika jantung tersebut direbut begitu saja, Palestina ikut runtuh.

“Dan ketika itu runtuh, maka itu menjadi puncak dari segala bentuk penjajahan,” tegas Ahyudin.

Oleh karena itu, tambahnya, pertolongan penuh bagi Palestina amatlah dibutuhkan. Al-Aqsa harus dipertahankan, sementara pendidikan dan ekonomi bagi jutaan penduduk Palestina perlu dibantu. Filantropi menjadi salah satu jalan untuk menolong saudara-saudara di Bumi Para Nabi ini.

 

“Membantu Palestina merupakan proyek amal yang luar biasa besar. Jika kita melibatkan diri untuk mengurusi Al-Aqsa maka kita akan merasakan berkah luar biasa dari Allah SWT. Alangkah ruginya kalau kita tidak terlibat untuk membebaskan Al-Aqsa, membebaskan umat Islam,” paparnya.

Selain Jakarta, aksi solidaritas untuk membela Masjid Al-Aqsa pun diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia, seperti Makassar, Semarang, dan Aceh. Ini menjadi bukti bagaimana bangsa Indonesia bersatu membela perjuangan rakyat Palestina untuk membebaskan Al-Aqsa , ACTNews

 

Last Updated on Saturday, 12 August 2017 10:38
 

FeedLangganan Artikel Terbaru dari Sedekah.Net via Email

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan