• Kaum Muslimin sedunia adalah saudara seiman. Allah berfirman:â? Sesungguhnya orang-orang yang beriman tak lain adalah saudaraâ?.(QS. Al-Hujurat:10), Rasulullah menegaskan dengan sabdanya: â??Setiap Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnyaâ? (HR. Bukhari Muslim)
  • Membebaskan saudara dari sasaran kedzaliman adalah wajib,Sedangkan membiarkannya berarti terancam laknat Allah Nabi bersabda: â??Tolonglah saudaramu dalam kondisi dzalim maupun didzalimiâ? (HR. Bukhari no:2263)
  • Mengenyahkan kemungkaran adalah wajib. â??Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan/kekuasaannya , jika tidak mampu maka dengan lisannya dan bila tidak bisa maka dengan hatinya dan yang demikian adalah selemah2nya imanâ? (HR. Muslim)
  • Tidaklah beriman kepadaku orang yg tidur malam dalam kondisi kenyang sementara tetangganya kelaparan dan ia mengetahuinya (HR. Thabrani & Hakim). Bagaimana dengan urusan nyawa? Masih adakah sisa keimanan bila seorang Muslim sengaja tidak berjibaku untuk membantu?
  • Cerdasnya  orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Mari kita kumpulkan bekal terbaik untuk hidup yang sebenar-benarnya
Populer:

Bank Account

BRI

No.Rek. 0012.01.110166.50.7

a.n. Sedekah Community


BANK MUAMALAT

No.Rek. 919 7000 999

a.n. Sedekah Community


BCA

No.Rek. 872 005 8601

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


BRI SYARIAH

No. Rek. 133.000.788.2988

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


DONASI MELALUI PAYPAL

Donasi melalui Paypal


Untuk Zakat kami sarankan Bapak/Ibu menyalurkannya langsung dikotanya masing-masing,

Untuk data Administasi kami,Setelah Transfer Donasi/Sedekah Anda, Mohon Konfirmasi ke SMSCentre Sedekah.Net 08777.888.5540, Terima kasih

Program Rutin

-

-

Hari Ini, Sujud di Al-Aqsa Itu Mahal Harganya

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Saturday, 12 August 2017 09:05

YERUSALEM - Pagi baru saja dimulai. Azan Subuh bergema, dinginnya air wudu di waktu subuh masih begitu melekat dalam wajah dan jemari tangan. Sesegera itu, langkah diambil menuju masjid terdekat. Tapi, selekas kemudian, langkah yang sudah dimulai, terpaksa terhenti.

Hari Ini, Sujud di Al-Aqsa Itu Mahal Harganya

Ada puluhan petugas berpakaian militer lengkap, menggantung senjata laras panjang di pundak. Tatapan si militer penjaga dingin sekali, bertanya macam-macam padahal hanya ingin untuk menunaikan Subuh di masjid. Pintu masuk masjid pun berubah tak lagi nyaman. Ada detektor logam di pasang di muka pintu, penggeledahan dimulai seperti pengamanan di bandara-bandara besar. Kata si penjaga untuk mencegah orang-orang jahat masuk membawa senjata tajam apalagi pistol ke dalam masjid.

Setelah masuk ke dalam masjid, di tiap pinggir tiang-tiang pun terpacak kamera pantau atau acapkali dikenal dengan istilah CCTV. Kamera itu mengintip segala gerak gerik jamaah shalat di dalam masjid. Kamera akan mencari hal-hal mencurigakan yang dianggap sebagai tindakan teror. Padahal di dalam Masjid hanya ingin bersujud. Tak lebih dari itu. Sulitnya akses sampai membuat emosi mendidih di atas kening kepala, seperti serangkai mimpi buruk.

Tapi nyatanya, cerita seperti itu bukanlah sebuah mimpi.

Kenyataan itu sedang betul-betul dirasakan ribuan Muslim Palestina yang menetap di sekeliling Kompleks Tua Al-Quds, Tanah Yerusalem, Tanah Al Haram Al Syarif. Sudah hampir satu pekan berjalan, akses untuk masuk ke dalam Masjid Al-Quds dibuat menjadi makin sulit. Untuk bersujud saja mahal harganya.

Bahkan beberapa hari sebelumnya, sejak Jumat (14/7) Masjid Al-Aqsa sempat ditutup total untuk segala aktivitas keagamaan. Pemicunya berawal dari aksi penembakan terbuka yang terjadi di dalam kompleks Al-Quds. Kronologinya berawal ketika dua orang polisi Israel tewas tertembak oleh tiga orang Palestina, setelah itu tiga orang Palestina ini pun mati ditembak Polisi Israel. Sejak itulah ketegangan memuncak di Al-Aqsa. Masjid dan seluruh petak di Kompleks Tua Al-Quds diblokade dan ditutup total.

Baru Ahad kemarin (16/7) Al-Aqsa kembali dibuka. Namun untuk sujud di lima waktu shalat, harus melewati serangkaian alat metal detector yang dijaga oleh pasukan polisi Israel bernada sinis.

Menjaga Hak Muslim Palestina atas Masjid Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa di Kota Suci Yerusalem dikenal Muslim di seantero dunia sebagai tempat suci ketiga setelah Masjid Al-Haram di Makkah, dan Masjid Nabawi di Madinah. Perjalanan Rasulullah SAW menembus langit dalam peristiwa Isra’ Mi’raj mencatat Masjid Al-Aqsa sebagai persinggahan setelah “diberangkatkan” oleh Allah SWT dalam sekejap dari Masjidil Haram. Kemudian dari Al-Aqsa, Rasulullah SAW "dinaikkan" bersama Malaikat Jibril hingga ke langit ke tujuh, dan mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

Perjalanan waktu sekian abad berlalu sejak peristiwa Isra’ Mi’raj, Kota Tua Yerusalem berkembang menjadi kota suci untuk tiga komunitas. Yerusalem juga Masjid Al-Aqsa di dalamnya bermakna magis di dalam hati Umat Kristiani, Yahudi, dan Muslim terutama bagi jutaan Muslim Palestina baik yang bermukim di Gaza maupun Tepi Barat (Yerusalem Timur).

Namun sepanjang perjalanan sekian abad itu pula, Yerusalem menjadi area perselisihan. Sebenarnya sudah bukan lagi kejadian pertama, terjadi tindakan represif dan tak adil atas terenggutnya hak-hak Muslim Palestina untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa.

Misalnya saja setahun lalu, di Ramadan tahun 2016 pihak keamanan Israel mencegah ribuan Muslim Palestina untuk datang ke Al-Aqsa sembari membawa makanan spesial untuk berbuka puasa di hari libur. Bahkan kebijakan tak adil ini berlanjut hingga hari-hari terakhir jelang Ramadhan usai. Tak boleh ada Muslim Palestina yang bersujud di dalam Al-Aqsa selama 10 hari terakhir Bulan Ramadhan 2016 silam.

Kejadian serupa terulang kembali di Ramadan 2017 kemarin. Israel pun memberlakukan peraturan ketat yang membatasi tiap Muslim Palestina yang hendak berbuka puasa di dalam lingkungan Masjid Al-Aqsa. 

Bagaikan karet ketapel yang ditarik panjang, ketegangan tensi di Al-Aqsa terus berlangsung sepanjang tahun. Tak terhitung lagi berapa kali pihak Israel melarang, membuat peraturan baru untuk sekadar mengatur akses ke dalam Al-Aqsa bahkan sampai menangkap pekerja Palestinian Security Guards, petugas yang diberi mandat untuk menjamin hak-hak beribadah Umat Muslim Palestina di Al-Aqsa.

Tak terhitung juga sudah berapa kali tensi tinggi itu berujung pada konflik terbuka, setelah demonstrasi dari Muslim Palestina disudahi dengan tembakan peluru karet.

Misalnya seperti hari-hari kemarin, pascapenutupan Masjid Al-Aqsa oleh militer Israel hari Jumat (14/7) demonstrasi dari Muslim Palestina pun meledak. Demo harus berakhir dengan sedikitnya 50 orang Palestina terluka, termasuk empat orang paramedis. Militer Israel memilih untuk bertindak represif, melawan demonstran dengan pukulan, tendangan dan tembakan peluru karet.

Bahkan laman Al Jazeera melaporkan, korban yang terluka termasuk Sheikh Ikrima Sabri, mantan Mufti Kota Tua Yerusalem, juga menjadi pemimpin spiritual di Masjid Al-Aqsa. Sheikh Ikrima Sabri dikabarkan terluka terkena peluru karet, ketika berdoa seusai memimpin salat Isya berjamaah di dalam Masjid Al-Aqsa.

Satu hal yang perlu dipahami, hak Muslim Palestina atas ibadah di dalam Masjid Al-Aqsa itu mutlak, tak bisa diganggu gugat. Grand Mufti Yerusalem Mohammed Ahmed Hussein mengatakan bahwa ketegangan yang terjadi dalam sepekan ke belakang harus diwaspadai bakal berujung pada hilangnya status quo Muslim Palestina atas Al-Aqsa.

“Untuk diketahui Muslim di seluruh dunia, seluruh situs Kota Tua Yerusalem termasuk Al-Aqsa di dalamnya berada dalam status quo atau hak penuh Muslim untuk mengontrolnya. Bahkan Muslim di Palestina punya hak penuh untuk memberikan izin Jews (Yahudi) untuk datang berkunjung, namun tidak untuk berdoa,” kata Mohammed Ahmed Hussein seperti dikutip dari Al Jazeera.

Tapi, hari ini yang terjadi malah sebaliknya. Untuk pertama kali dalam 50 tahun terakhir, Jumat (14/7) kemarin, salat Jumat batal dilaksanakan di Al-Aqsa. Masjid suci itu ditutup total. Untuk sekadar sujud saja mahal harganya. []

http://sedekah.net/images/aqsa/alaqsa5.jpg

sumber gambar: al jazeera, reuters, middleeasteye, Actnews
Last Updated on Saturday, 12 August 2017 10:38
 

FeedLangganan Artikel Terbaru dari Sedekah.Net via Email

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan

 

FB Sedekah.Net