• Cerdasnyaย  orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Mari kita kumpulkan bekal terbaik untuk hidup yang sebenar-benarnya
  • “Andai saja engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Mutafaq ‘Alaih)
  • Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT
  • Malaikat maut memperhatikan wajah setiap manusia di muka bumi ini 70x sehari.Ketika Izrail dtg melihat wajah seseorang, didapati orang itu sedang gelaktawa. Maka berkata Malaikat Maut Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bercanda bergelaktawa. Al-Hadist
Populer:

Bank Account

BRI

No.Rek. 0012.01.110166.50.7

a.n. Sedekah Community


BANK MUAMALAT

No.Rek. 919 7000 999

a.n. Sedekah Community


BCA

No.Rek. 872 005 8601

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


BRI SYARIAH

No. Rek. 133.000.788.2988

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


DONASI MELALUI PAYPAL

Donasi melalui Paypal


Untuk Zakat kami sarankan Bapak/Ibu menyalurkannya langsung dikotanya masing-masing,

Untuk data Administasi kami,Setelah Transfer Donasi/Sedekah Anda, Mohon Konfirmasi ke SMSCentre Sedekah.Net 08777.888.5540, Terima kasih

Program Rutin

-

-

Tips Jitu Shalat Khusyuk: Mengingat Kematian Saat Shalat

PDF Print E-mail
Written by adrul Tamam    Thursday, 21 March 2013 23:32

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah atas segala nikmat-Nya kepada kita, yang zahir maupun batin. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah, Shallallahu 'Alaihi Wasallam keluarga dan para sahabatnya.

Salah satu cara shalat khusyu' adalah dengan mengingat kematian saat shalat. Yaitu ingat dirinya akan mati dan dikembalikan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah telah berfirman tentangnya,

ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุนููŠู†ููˆุง ุจูุงู„ุตู‘ูŽุจู’ุฑู ูˆูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูƒูŽุจููŠุฑูŽุฉูŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฎูŽุงุดูุนููŠู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุธูู†ู‘ููˆู†ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู„ูŽุงู‚ููˆ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฑูŽุงุฌูุนููˆู†ูŽ

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya." (QS. Al-Baqarah: 45-46)

Ibnu Katsir berkata dalam menafsirkan ayat di atas, "Dan sesungguhnya shalat atau wasiat benar-benar berat (dijalankan) kecuali atas orang-orang khusyu' yang yakin mereka akan berjumpa dengan Allah; maksudnya: mereka tahu akan dikumpulkan kepada-Nya pada hari kiamat, dihadapkan kepada-Nya dan mereka akan kembali kepada-Nya. Maksudnya: urusan mereka akan kembali kepada kehendak Allah; Allah menghakimi sekehendak-Nya terhadap urusan itu dengan keadilan-Nya. Oleh karenanya, saat mereka meyakini hari yang dijanjikan dan jaza' (balasan) menjadi mudahlah (ringanlah,-pent)atas mereka menjalankan ketaatan dan meninggalkan kemungkaran."

 

 

Hal ini juga dikuatkan oleh sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

ุงุฐูƒุฑ ุงู„ู…ูˆุช ููŠ ุตู„ุงุชูƒ ุŒ ูุฅู† ุงู„ุฑุฌู„ ุฅุฐุง ุฐูƒุฑ ุงู„ู…ูˆุช ููŠ ุตู„ุงุชู‡ ู„ุญุฑูŠู‘ ุฃู† ูŠุญุณู† ุตู„ุงุชู‡ ุŒ ูˆุตู„ู‘ ุตู„ุงุฉ ุฑุฌู„ ู„ุง ูŠุธู† ุฃู†ู‡ ูŠุตู„ูŠ ุบูŠุฑู‡ุง

"Ingatlah kematian dalam shalatmu, karena sesungguhnya seseorang itu apabila ingat kematian dalam shalatnya niscaya akan lebih memacunya untuk memperbagus shalatnya; dan shalatlah kamu sebagaimana shalatnya seseorang yang tak yakin ia bisa shalat sesudahnya." (HR. Al-Baihaqi dalam kitab Al-Zuhud al-Kabir dan pemilik Kanzul Ummal. Dihassankan Syaikh Al-Albani dalam Al-Silsilah al-Shahihah, no. 1421, beliau menukil dari Imam al-Suyuthi bahwa AL-Hafidz Ibnu Hajar telah menghassankan hadits ini)

Ini sesuai dengan pesan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada Abu Ayyub Radhiyallahu 'Anhu saat beliau bersabda kepadanya, "Apabila kamu berdiri dalam shalatmu maka shalatlah seperti shalat perpisahan." (HR. Ahmad dan disebutkan juga dalam Shahih al-jami', no. 742) yakni seperti shalat orang yang mengira bahwa ia tak akan shalat lagi sesudahnya. Apabila orang yang shalat yakin dirinya akan mati dan di sana masih ada satu shalat sebagai shalat yang terakhir, hendaknya ia khusyu' dalam shalat yang dikerjakannya itu karena ia tidak tahu bahwa bisa jadi shalat ini adalah shalat yang terakhir." (Dinukil dari 33 Penyebab Khusyu' Shalat, Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid: 45-46)

Mengingat perkara kematian dan apa yang akan ia temui sesudahnya berupa alam kubur, kebangkitan, perhimpunan, hisab, dan jaza' di akhirat adalah cara jitu untuk membantu menggapai kekhusyu'an dalam shalat. Maka orang yang shalat hendaklah berusaha mewujudkan sebab-sebab tersebut dan menjauhi perkara-perkara yang menghalangi kekhusyu-an. Wallahu Ta'ala A'lam

 

FeedLangganan Artikel Terbaru dari Sedekah.Net via Email

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan

 

FB Sedekah.Net

You are here: Home Artikel Tips Jitu Shalat Khusyuk: Mengingat Kematian Saat Shalat