• Cerdasnya  orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan. Mari kita kumpulkan bekal terbaik untuk hidup yang sebenar-benarnya
  • “Andai saja engkau mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Mutafaq ‘Alaih)
  • Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT
  • Malaikat maut memperhatikan wajah setiap manusia di muka bumi ini 70x sehari.Ketika Izrail dtg melihat wajah seseorang, didapati orang itu sedang gelaktawa. Maka berkata Malaikat Maut Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih bercanda bergelaktawa. Al-Hadist
Populer:

Bank Account

BRI

No.Rek. 0012.01.110166.50.7

a.n. Sedekah Community


BANK MUAMALAT

No.Rek. 919 7000 999

a.n. Sedekah Community


BCA

No.Rek. 872 005 8601

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


BRI SYARIAH

No. Rek. 133.000.788.2988

a.n. Susi Herawati QQ Sedekah


DONASI MELALUI PAYPAL

Donasi melalui Paypal


Untuk Zakat kami sarankan Bapak/Ibu menyalurkannya langsung dikotanya masing-masing,

Untuk data Administasi kami,Setelah Transfer Donasi/Sedekah Anda, Mohon Konfirmasi ke SMSCentre Sedekah.Net 08777.888.5540, Terima kasih

Program Rutin

-

-

BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH

PDF Print E-mail
Written by Sedekah.net    Wednesday, 04 May 2011 13:22

Allah berfirman :”Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS.Al Kahfi :110)

Di dalam shahih Muslim disebutkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Aku

mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa Sallam bersabda :

“Allah azza wa jalla berfirman,’Aku berada pada persangkaan hamba-KU kepada KU. Maka

hendaklah dia membuat persangkaan kepadak-KU menurut kehendaknya.”

Juga dari jabir disebutkan di dalam As-Shahi, Rasulullah Shallallhu alaihi wa sallam

bersabda, tiga hari sebelum beliau wafat ;  “Janganlah salah seorang diantara kalian meninggal, melainkan dia berbaik sangka terhadap Rabbnya.”

Contoh kecintaan Alloh karena sikap hamba-NYA yang selalu menaruh harap kepada- NYA dan menanti pertolongan dari naungan dan tempat kembalinya ,adalah bahwa jalan keluar dari kesulitan itu hanya kan datang setelah hamba itu mengalami kebuntuan, setelah tak tahu harus ke mana ,serta berbuat apa, setelah pintu harapanya tertutup , setelah kehabisan akal, dan setelah tidak tahu lagi bagaimana mengakhiri tekanan dan ujian terhadap dirinya.

Untuk apa semua itu ?? Agar menjadi Pendorong bagi dirinya untuk mengarahkan harapannya kepada Alloh dan agar menjadi peringatan supaya terus memperbaiki prasangka baiknya kepada-NYA. Sebagaimana yang termaktub dalam sebuah hadits Qudsi yakni sebagai berikut :

Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Alloh memberikan cobaan kepada seorangHamba-NYA yang Sahlih, lalu Alloh berfirman kepada para malaikat-NYA :

“ Tujuannya adalah agar AKU mendengar suaranya.” (maksudnya adalah do’a dan permohonnya) Maha Suci Alloh yang telah memunculkan do’a Hamba-NYA dengan memberinya cobaan

Juga apabila seseorang mukmin mengalami cobaan berupa kesempitan didalam kehidupannya, kesusahan dalam hal rezki, belum datangnya jodoh padanya ,belum mendapat pekerjaan yang layak, dipersulit urusannya atau apapun yang menyebabkan sesak dadanya, matanya menangis …bersabarlah serta berharaplah yang banyak kepada-NYA. Maka renungilah sabda junjungan kita, sbb :

Rasulullah shallahu a’lahi wa sallam bersabda :

“Tiada suatu amalanpun yang mendekat kesurga kecuali telah aku perintahkan kalian denganya dan tiada suatu amalanpun yang mendekatkan keneraka kecuali telah aku larang kalian darinya. Sungguh salah seorang diantara kalian tidak akan lambat rezekinya, Sesungguhnya jibril telah menyampaikan kepada hatiku bahwa salah seorang dari kalian tidak akan keluar dari dunia (meninggal dunia) sampai disempurnakan rezkinya. Maka bertakwalah kepada Alloh wahai manusia dan perbaguslah dalam mencari rizki. Maka apabila salah seorang diantara kalian merasa/menganggap bahwa rizkinya lambat , maka janganlah mencarinya dengan bermaksiat kepada Alloh karena sesungguhnya keutamaan/karunia Alloh tidak akan didapat dengan maksiat.”[1]

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud : Jalan keluar dan kelapangan hati itu

ada dalam keyakinan dan keridhaan hati , sedangkan keresahan dan kesedihan itu ada

dalam keraguan dan ketidaksukaan . Beliau juga pernah mengatakan : Orang yang banyak bersabar akan memperoleh yang terbaik.

Abban bin Taghlab mengatakan ,” Saya pernah mendengar seorang Arab badui berkata ;’Sikap yang paling baik dari seseorang akan muncul ketika ia ditimpa musibah, karena ia akanmenjadikan sabar sebagai senjata menghadapi musibahtersebut dan akan memberinya inspirasi untuk selalu berharap agar musibah itu segera berakhir.Dan kaena kesabarannya, ia seperti melihat jalan keluar, dan pertolongan itu berada didepan matanya karena tawakalnyadan prasangka baiknya kepada Alloh. Ketika orang telah sampai pada tingkatan ini, Alloh pasti akan memberikan semua yang dibutuhkannya, akan menghilangkan semua yang menyulitkannya, dan akan mengabulkan semua permintaannya.Dan dia selamat bersama Agama, kehormatan dan kepribadiannya.”[2]

Sebuah syair arab , mengatakan :

 

“Sabarlah dengan kesabaran yang indah , alangkah dekat jalan keluarnya. Barangsiapa

yang selalu muiraqobah dengan Allah dalam semua urusan pastilah selamat . Siapa

yang

membenarkan Allah niscaya segala rintangan tidak akan mengenainya. Barangsiapa

yang berharap kepada Allah, niscaya akan terjadi sesuai dengan yang diharapkan.”

Seorang penulis mengatakan,’ Berharap adalah material untuk membangun kesabaran dan yang akan membantu orang untuk bersabar. Dan alasan untuk berharap dan material untuk membangunnya adalah berbaik sangka kepada Alloh , karena dengan berbaik sangka kepada Alloh adalah jaminan untuk tidak gagal. Sejauh pengamatan saya tentang watakorang-orang yang mulia dapat saya simpulkan bahwa mereka cenderung mengangkat orang yang bersikap baik kepada mereka, mengesampingkan orang yang kurang ajar kepada mereka, dan malu untuk tidak meluluskan harapan orang yang berharap keapadaa mereka. Lalu bagaimana dengan Dzat Yang Maha Dermawan yang tentunya tidak akan kesulitan memberi kepada orang-orang yang mencita-citakan Dzat dimaksud lebih dari yang mereka angankan tentang-NYA.”

Karena seseorang yang sangat berharap kepada Allah, maka ;

- Tidak akan terusik oleh berbagai peristiwa
-
Tidak goyah oleh kasak-kusuk manusia yang dengki/iri hati.
-
Tidak terguncang oleh suara-suara yang mencemaskan

Dalam Al Qur’an ,Alloh berfirman: “Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan

kesusahan dan kesedihanku”(Qs.12 : 86 ).

Maka jadikanlah Allah sebagai tempatmu mengadu tatkala ada musibah yang menimpamu. Sesungguhnya Dia adalah penanggung jawab yang paling mulia dan yangpaling dekat untuk dimintai do’a”.(Al-Aqdud-Farid, 2/282)

Diantara doa yang dibaca Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon taufik kepada-Mu untuk mencintai-Mu daripada amal-amal, kebenaran tawakal dan baik sangka kepada-Mu”. (Hadits mursal,diriwayatkan Abu Nu’aim)

 

Para ulama telah bersepakat bahwa rodja’ (berharap) ada 3 , yaitu :

1.Harapan seseorang agar dapat taat kepadaa allah berdasarkan cahaya

dari Allah , lalu ia mengharapkan pahalanya.

2.Seseorang yang berbuat dosa lalu bertaubat dan mengharap ampunan

Allah, kemurahan dan kasih sayang-NYA

3.Orang yang melakukan kesalahan dan mengharap rahmat allah tanpa disertai usaha. Ini sesuatu yang menipu dan harapan yang dusta.[3]

Al faqir illa maghfirati robbihi, WaitaSani

[1] HR Al-Hakim no.2136 dari Ibnu Mas’ud Radiallahu anhu , Shahih
[2]
Aidh Al Qorny, La Tahzan
[3]
Ibnul Qoyyim Al Jauziyah,Madarijus Salikin,hal .158-159

Barangsiapa yang ridha kepada Allah, maka Allah ridha kepadanya, bahkan ridha hamba kepada Allah adalah hasil dari ridha Allah kepadanya. Jadi, ia diliputi dengan dua jenis keridhaan-Nya kepada hamba-Nya: keridhaan sebelumnya, yang mengharuskan ia ridha kepada-Nya dan keridhaan sesudahnya, yang merupakan buah ridhanya kepada-Nya.

Karena itu, ridha adalah pintu Allah yang terbesar, Surga dunia, peristirahatan para ahli ibadah, dan pelipur orang-orang yang rindu. [ Madaarijus Saalikiin, (II/172].
Barangsiapa yang ridha kepada Allah, maka Allah ridha kepadanya, bahkan ridha hamba kepada Allah adalah hasil dari ridha Allah kepadanya. Jadi, ia diliputi dengan dua jenis keridhaan-Nya kepada hamba-Nya: keridhaan sebelumnya, yang mengharuskan ia ridha kepada-Nya dan keridhaan sesudahnya, yang merupakan buah ridhanya kepada-Nya.

Karena itu, ridha adalah pintu Allah yang terbesar, Surga dunia, peristirahatan para ahli ibadah, dan pelipur orang-orang yang rindu. [ Madaarijus Saalikiin, (II/172]

 

Last Updated on Wednesday, 04 May 2011 13:24
 

FeedLangganan Artikel Terbaru dari Sedekah.Net via Email

» Cek Email Anda untuk konfirmasi berlangganan

 

FB Sedekah.Net